Kamis, 04 Agustus 2011

ARTI NAMA - NAMA BULAN

NAMA BULAN

JANUARI
Kata ini diambil dari nama dewa bangsa Roma yaitu dewa dengan dua wajah bernama Janus. Kedua wajah yang bertolak belakang, satu menatap ke depan dan lainnya menoleh ke belakang sebagai pelambang tatapan masa lalu dan pandangan ke masa datang. Janus yang akhirnya menjadi Januari sampai saat ini dijadikan bulan mawas diri sebagai pemisah tahun lalu dan tahun baru.

FEBRUARI
Berasal dari kata Latin “Februa”, suatu istilah untuk pesta penyucian yang diselenggarakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Februari. Bulan ini adalah bulan yang paling sedikit jumlah harinya; 28 hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat. Tahun kabisat datang 4 tahun sekali untuk mengimbangi kekurangan dan kelebihan akibat hitungan hari dalam setahun yang tidak bulat yaitu 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 46 detik.

MARET
Semula bulan Maret merupakan bulan pertama dalam kalender yang dipakai sekarang ini (Kalender Julian). Tidak diketahui secara jelas siapa dan bagaimana sejarahnya hingga bulan tersebut berpindah ke urutan ketiga. Maret itu sendiri berasal dari kata MARS nama dewa perang bangsa Romawi Kuno yang sangat terkenal karena kegarangan dan keberaniannya yang tiada tara.


APRIL
Asal kata nama bulan keempat ini masih belum disepakati secara pasti. Sebagian mengatakan bahwa April berasal dari kata “aphrodite” yang berarti Dewa Cinta. Agak mendekati kebenaran jika ditilik dari asal kata adalah “aperire” yang berarti membuka. Pikiran ini muncul karena orang Yunani menyebut musim semi yang dimulai bulan April dengan istilah “pembukaan”.

MEI
Kata Mei diperkirakan diambil dari istilah “Maia Majesta”, Dewa Musim Semi. Musim semi disambut meriah dengan festival – festival oleh banyak rakyat Eropa. Gadis tercantik dan pria tertampan dipilih untuk dinobatkan menjadi raja dan ratu yang akan memimpin tari – tarian dalam festival – festival itu. Di Inggris tradisi ini masih dilakukan tiap bulan Mei, ratu sebagai “Maid Marian” dan sang raja sebagai “Robin Hood”.

JUNI
Kata Juni berasal dari kata “Juno”, nama Dewi Feminin yang melambangkan harkat kewanitaan yang membawa kebahagiaan keluarga. Bagi sementara kalangan, terutama masyarakat Eropa, bulan Juni dianggap bulan yang paling baik untuk melangsungkan perkawinan. Mereka percaya bahwa kawin pada bulan Juni akan membawa kebahagiaan bagi pasangan pengantin dan keturunannya.

JULI
Bulan ketujuh ini pada mulanya bernama Quintilis dan aslinya terletak pada urutan kelima. Tetapi ketika Roma dikuasai oleh Mark Anthony nama bulan itu diubah menjadi Juli, diambil dari nama Julius Caesar sebagai penghormatan kepada kaisar Romawi yang terkenal itu. Tidak disebutkan apakah Mark Anthony juga memindahkan urutan bulan seperti tersebut di atas itu.

AGUSTUS
Seperti halnya bulan ketujuh, bulan kedelapan pun berasal dari nama Kaisar Romawi, Agustus. Bahkan dia sendiri pula menempatkan namanya itu dalam kalender tersebut. Untuk kekuasaannya, dia merubah jumlah hari, mengurangi jumlah hari pada bulan Februari lalu menambahkannya pada bulan kedelapan itu. Itu sebabnya maka bulan Februari menjadi bulan paling sedikit jumlah harinya.

SEPTEMBER
September berasal dari kata “Septa”, bahasa Latin berarti tujuh. Pada mulanya bulan September memang berada di urutan ketujuh kalender Julian. Tetapi ketika pada abad ke delapan sebelum Masehi, pembagian tahun diubah dari 10 menjadi 12 bulan, tanpa merubah namanya terlebih dahulu bulan September ditempatkan di urutan kesembilan dan berlaku sampai saat ini.

OKTOBER
Sebagaimana halnya dengan bulan September, bulan Oktober juga mengalami nasib serupa. Namanya berasal dari kata “Okto”, bahasa Latin yang berarti kedelapan. Semula berada pada urutan kedelapan dan bergeser ke urutan sepuluh mengikuti pergeseran bulan – bulan; September, Oktober, November dan Desember. Belum ada gagasan untuk memperbaiki arti kata dengan kesesuaian urutan dari nama – nama bulan tersebut.

NOVEMBER
Mengikuti urutan bilangan Latin, November berasal dari kata “novem” yang berarti sembilan. Sebelum diadakan pembaharuan di jaman Julius Caesar, bulan November hanya mempunyai 29 hari, bukan 30 hari seperti yang dikenal dewasa ini. Orang Inggris Kuno menyebut November sebagai “Bulan Berdarah” karena musim pembantaian ternak menjelang musim dingin.

DESEMBER
Baik pada jaman Romawi Kuno maupun pada masa modern dewasa ini, bulan Desember merupakan bulan terakhir dari penanggalan setahun. Desember berasal dari kata “Decem” yang berarti kesepuluh. Oleh bangsa – bangsa yang hidup di negara belahan bumi di sebelah Utara, bulan Desember dikenal sebagai “bulan suci” karena semula negeri ditutupi salju dan es yang memutih sepanjang hari.